PemiluNEWS.com

Monday, Jul 28th

Last update12:16:46 AM

You are here: Home PEMILUKADA SULAWESI SULAWESI TENGGARA Pilgub Sultra dan Pilkada Baubau Rencana Digabung

Pilgub Sultra dan Pilkada Baubau Rencana Digabung

Pemilihan gubernur (Pilgub) Sulawesi Tenggara (Sultra) dan pemilihan kepada daerah (pilkada) wali kota Baubau direncanakan akan digelar secara berrsamaan.

Penggabungan pemilihan dua kepala daerah tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin oleh Gubernur Sultra, Nur Alam, di Kendari, Kamis, bersama KPU Provinsi Sultra dan KPU Kota Baubau.

Rapat terkait rencana penggabungan pilgub dan pilkada wali kota Baubau tersebut, dihadiri pula Wakil Gubernur Sultra, HM Saleh Lasata, Wali Kota Baubau, Amirul TamiM dan Ketua DPRD Baubau, Hasidin Sadif.

Menurut Nur Alam, posisi pemerintah dalam memfasilitasi pilkada persoalan anggaran tergantung legalitas persetujuan DPRD, serta dalam hal keuangan, Pemprov Sultra senantiasa memaksimalkan akuntabilitasi anggaran dan mengikuti rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan, sehingga laporan keuangan Pemprov dan kabupaten bisa terlaksana dengan baik.

"Dalam aturan perundang-undangan yang berlaku, jika waktunya hampir bersamaan di bawah tiga bulan, maka dimungkinkan penggabungan dua pilkada di daerah," ujarnya.

KPU Provinsi Sultra menyatakan jadwal tahapan dan program pelaksanaan hari 'H' pilkada wali kota Baubau pada 4 November 2012, sedangkan pelaksanan pilgub, 21 November 2012.

Menurut Nur Alam mengatakan, pelaksanaan pilkada bersama  lebih hemat anggaran dengan biaya bersama dalam hal mendistribusikan logistik dari KPU Provinsi ke kecamatan, kelurahan/desa, serta pembuatan tempat pemungutan suara (TPS).

Sementara itu, kata gubernur, di Kota Baubau yang terdiri dari tujuh kecamatan dan 43 kelurahan dan sekitar 240 TPS dengan jumlah 125 ribu pemilih, diperkirakan kebutuhan anggaran sekitar Rp11 miliar di luar hitungan penggabungan pilkada itu.

"Itu hitungan kebutuhan anggaran khusus pelaksanaan pilkada kota Baubau tanpa gabungan pilgub, sehingga kalau digabung bersama pelaksanaannya akan lebih hemat anggaran," ujar Nur Alam.

Namun, kata gubernur, terkait rencana pelaksanaan pilkada bersama tersebut, perlu disosialisasikan kepada masyarakat, sehingga tidak menimbulkan pro dan kontra.

"Kalau masyarakat mendukung pelaksanaan pesta demokrasi gabungan tersebut, maka kita bisa melakukan penandatanganan MoU anggaran pilkada besama," ujarnya.(Ant).

Sumber: antaranews.com

Jawa Barat

Jawa Timur

Papua

Kalimantan Timur

Bengkulu

SULAWESI UTARA

Sumatera Utara

Sumatera Selatan