PemiluNEWS.com

Thursday, Jul 10th

Last update07:58:58 PM

You are here: Home PEMILUKADA SULAWESI SULAWESI SELATAN Rudi: Sukses SYL Karena Bupati dan Wali Kota

Rudi: Sukses SYL Karena Bupati dan Wali Kota

MAKASSAR - Calon gubernur Sulsel yang tidak lain bupati Sinjai, Andi Rudiyanto Asapa kembali mengkritik gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo atas klaim keberhasilan yang dicapai selama menjabat sebagai gubernur.

SETELAH menyebut Syahrul Yasin Limpo selaku gubernur tidak adil dalam politik anggaran, Ketua DPD Gerindra Sulsel ini kembali menyorot soal penghargaan SYL. Dia menilai keberhasilan yang dicapai pemprov Sulsel tidak lepas dari kerja keras 24 bupati/wali kota di Sulsel. Rudi tidak terlalu menyoal keberhasilan tersebut diklaim Syahrul. Tapi, dia menyayangkan ketika sukses tersebut dijadikan komoditas politik bahkan dikampanyekan melalui media massa.

Di Indonesia, banyak gubernur dan kepala daerah yang mendapat banyak penghargaan tapi tidak sampai digembor-gomborkan, atau dikampanyekan setiap ada kegiatan yang dilakukan. Apalagi itu sebenarnya tidak lepas dari kontribusi bupati/wali kota di Sulsel.

"Kalau saya bertemu dengan gubernur, saya akan memberitahukan untuk tidak terlalu bangga dengan prestasi dan penghargaan yang telah dicapai. Karena apa yang diraih Sulsel tidak lepas dari kerja keras bupati dan wali kota. Gubernur hanya menikmati kerja keras itu," tandas Rudiyato, di Makassar, akhir pekan lalu.

Pengamat politik Unhas, Adi Suryadi Culla juga sependapat dengan penilaian Rudiyanto Asapa. Gubernur dengan wali kota dan bupati memiliki kontribusi yang sama dalam pembangunan di Sulsel. Gubernur yang menjadi perpanjangan tangan pusa sifatnya hanya melakukan koordinasi dalam pembangunan kabupaten/kota agar selalu bersinergi.
Angka kesuksesan memang ada di kabupaten kota. Yang kemudian jika dirangkum, menjadi indeks untuk provinsi.

"Keberhasilan gubernur memang tidak lepas dari bupati dan wali kota di Sulsel dalam memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki setiap kabupaten. Keberhasilan dalam kelola aset daerah yang terntu berbeda porsi pembangunannya. Jadi posisi itu tidak bisa berdiri sendiri," tandas Adi Culla.

Contoh kecil, gubernur tidak bisa dikatakan sukses meningkatkan produksi beras atau jagung di Sulsel, kalau bukan karena kerja keras bupati dan wali kota dalam meningkatkan produksi padinya. Itu karena lahan pertanian itu semuanya ada di kabupaten/kota.

"Tidak fair gubernur kalau dikatakan itu keberhasilannya semata. Tapi dominan adalah keberhasilan daerah. Kami memang sangat menyayangkan karena keberhasilan itu dijadikan komoditas politik. Ini sebenarnya tidak mendidik karena sebenarnya yang perlu dijelaskan kepada masyarakat bahwa keberhasilan itu adalah hasil bersama gubernur dan bupati atau wali kota," kata Adi Culla. (sah)

Sumber: Fajar
Foto: int*

Jawa Barat

Jawa Timur

Papua

Kalimantan Timur

Bengkulu

SULAWESI UTARA

Sumatera Utara

Sumatera Selatan