PemiluNEWS.com

Thursday, Jul 10th

Last update07:58:58 PM

You are here: Home PEMILUKADA SULAWESI SULAWESI SELATAN Rudi Potensial Pecah Basis IA

Rudi Potensial Pecah Basis IA

MAKASSAR, FAJAR -- Kandidat gubernur Sulsel, Rudiyanto Asapa menjaring figur yang berpotensi mendulang suara sekaligus memecah basis kandidat lain. Sejumlah nama dibidik menjadi pendamping seperti Bupati Luwu Timur, Andi Hatta Marakarma dan mantan bupati Pinrang, Andi Nawir.

Figur seperti Hatta Marakarma memiliki basis yang kuat di wilayah Luwu Raya, terutama di Luwu Timur. Peran Hatta bila jadi mendampingi Rudi cukup potensial memecah basis pendukung Ilham-Aziz (IA).   

Lutim sebenarnya juga diklaim sebagai salah satu basis Aziz. Namun, kenyataannya pada Pilgub 2007 lalu, Golkar yang mengusung Amin Syam menang mutlak di Lutim. Apalagi, Hatta yang juga ketua DPD II Golkar Lutim juga terbukti terpilih bupati di dua pemilukada.

Bila Rudi berpaket dengan Hatta, basis kekuatan terbesar terutama di wilayah Luwu Raya, Bosowa, Toraja, dan wilayah selatan Sulsel. Wilayah inipula yang menjadi basis utama pasangan IA.

Tim Pemenangan Rudiyanto, Andi Sugiarti Mangun Karim tidak menampik Hatta Marakarma salah satu dari lima figur potensial yang dijaring. Sebelumnya, juga disebut-sebut nama Andi Rahmat dari PKS dan Akbar Faisal dari Hanura dari kalangan partai yang dibidik.

Namun, mantan ketua RepublikaN Sulsel itu mengaku belum ada figur yang ditetapkan. "Komunikasi dengan partai yang didahulukan. Setelah partai dengan pengusung pasti, barulah nama-nama figur disodorkan," katanya.

Pilihan tidak menentukan calon wakil terlebih dahulu cukup wajar, untuk menghindari resistensi partai yang diajak berkoalisi terhadap figur tertentu. Apalagi, partai yang masih dilobi saat ini juga diberi kesempatan menyodorkan kadernya yang potensial mendampingi Rudi.

Andi Hatta Marakarma yang dihubungi, Rabu, 25 April mengaku cukup sering berkomunikasi dengan Rudi. "Tapi pertemuan hanya karena sama-sama sebagai bupati. Tidak ada pembicaraan khusus mengenai calon wakil gubernur," elak Hatta.

Diakuinya, potensi yang sangat besar dimilikinya untuk mendulang suara di wilayah Luwu Raya. "Tidak ada yang tidak punya basis di Luwu Raya. Kita bisa bercermin pada Pilgub 2007, hanya dua kabupaten kemenangan Aziz di Luwu Raya," bebernya.

Sebagai kader Golkar, kata dia, tentu harus pamit dahulu bila menjalin komunikasi berpasangan dengan calon lain. Apalagi, ketua DPD I Golkar Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, juga akan maju di Pilgub 2013 sebagai calon gubernur.
"Golkar sudah menjadi pilihan, jadi harus bekerja sebaik-baiknya untuk partai. Terima kasih bila saya juga dievaluasi menjadi salah satu calon wakil," katanya.

Figur lain yang juga disebut diajak Rudi berkomunikasi adalah Andi Nawir. Hampir sama dengan Hatta, Andi Nawir tidak ada pembicaraan khusus dengan Rudi terkait pencalonan cawagub. "Pembicaran hanya sebagai keluarga dan sama-sama pernah bupati," ujarnya.

Informasi yang beredar, Rudi sengaja didorong maju di Pilgub Sulsel untuk memecah dukungan di basis-basis suara Ilham-Aziz (IA). Pertimbangan inilah sehingga, IA disebut sengaja menutup pintu partai politik bagi Rudi dan lebih memilih head to head dengan Syahrul.

Rudi juga bisa memecah basis suara Syahrul, tetapi mayoritas menggerogoti basis IA. Sekretaris Partai Demorat Sulsel, Irwan Patawari mengaku tidak ada upaya tim IA menutup pintu kandidat lain. "Kalau mayoritas partai nonparlemen mendukung Ilham-Aziz, itu hanya komunikasi politik," katanya.

Sumber: fajar
Foto: int*

Jawa Barat

Jawa Timur

Papua

Kalimantan Timur

Bengkulu

SULAWESI UTARA

Sumatera Utara

Sumatera Selatan