PemiluNEWS.com

Thursday, Jul 24th

Last update12:16:46 AM

You are here: Home PEMILUKADA SULAWESI SULAWESI BARAT Pasangan Incumbent Mamasa Unggul di Survei SSI

Pasangan Incumbent Mamasa Unggul di Survei SSI

MAMASA - Pasangan Incumbent Bupati Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) H Ramlan Badawi dan Victor Paotonan (HARAPAN) yang diusung koalisi empat partai politik yakni Golkar, PKB, PDIP dan PAN untuk sementara tingkat elektabilitasnya (keterpilihan) mengungguli rival-rivalnya di Pemilukada Mamasa.

Hasil survei terbaru yang dilakukan oleh Lembaga Survei SSI (Script Survei Indonesia) menempatkan pasangan HARAPAN ini unggul dengan tingkat popularitas 96,8 persen dan elektabilitas 38,7 persen.

Kali ini posisi kedua ditempati pasangan yang diusung Partai Demokrat, Pelopor, PKPI, Hanura dan Partai Buruh, Rudyanto-Hapri Demmalima (Rudy-Hapri) dengan tingkat popularitas 74,5 persen dan elektabilitas 13,2 persen.

Untuk posisi ketiga ditempati pasangan yang diusung PDK, PBB dan PMB, Mario Said Saggaf-Simon (MARSS) dengan tingkat popularitas 72,6 persen dan elektabilitas 7,1 persen. Posisi keempat ditempati pasangan yang diusung PIB dan PBR, Obednego Depparinding-David Bambalayuk (OBAMA) dengan tingkat popularitas 85,2 persen dan elektabilitas juga 7,1 persen.

Pasangan yang mendaftar melalui jalur independen Linggi Edy Muliono Pualillin (LIDY Bersatu) berada di peringkat kelima dengan tingkat popularitas 67,7 persen dan elektabilitas 4,8 persen.

Posisi keenam ditempati pasangan yang diusung Partai-partai Non Parlemen, Benyamin YD-Sudirman Darius (BYD-Serius) dengan tingkat popularitas 65,5 persen dan elektabilitas 3,5 persen.

Posisi ketujuh ditempati pasangan jalur Independen, Elypas Palangi-Wempi Banga (ELY-WIN) dengan tingkat popularitas 70,3 persen dan elektabilitas 1,3 persen. Sedangkan urutan terakhir ditempati pasangan yang diusung PPP, PDS, Mervie Parasan-Saharuddin Tinggi (MP-SAH) dengan tingkat popularitas 55,5 persen dan elektabilitas 1,0 persen.

Ketika ditanya mengenai fenomema pasangan yang memiliki tingkat popularitas tinggi namun elektabilitasnya rendah, Direktur Eksekutif SSI, Yuhardin kemarin di Makassar mengatakan bahwa hal tersebut biasa terjadi.

"Seseorang atau pasangan punya tingkat keterkenalan tinggi namun tingkat keterpilihan rendah, karena dikenal belum tentu dipilih kan," kata Direktur Eksekutif SSI, Yuhardin dalam rilis yang disampaikan ke redaksi Tribunnews.com, Senin (18/3/2013).

Survei SSI dilaksanakan mulai tanggal 1 hingga 14 Maret 2013 dengan menggunakan metode Multistage Random Sampling pada 17 kecamatan dan 176 desa/kelurahan dengan jumlah responden 310 orang, tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error 3,5 persen.

Dari hasil analisis SSI, persentase yang belum menentukan pilihan cukup besar yakni 23,2 persen. Menurut Yuhardin, banyaknya pemilih yang belum menentukan pilihan karena pemilih masih menunggu bagaimana program unggulan yang akan diusung oleh masing-masing kandidat.

"Jumlah yang cukup besar tersebut akan diperebutkan oleh kedelapan kandidat, jadi masih mungkin terjadi salip menyalip yang dapat merubah persentase elektabilitas sampai hari pemilihan tanggal 6 Juni 2013 nantinya," jelas Yuhardin.

Di tempat terpisah, Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh dalam kapasitasnya sebagai Ketua DPW Golkar Sulbar merasa bersyukur dengan hasil survei SSI.

"Saya bersyukur, dan memberikan apresiasi atas kinerja tim dan relawan HARAPAN yang solid di lapangan. Namun hasil survei tidak boleh membuat cepat senang, karena jika benar elektabilitas incumbent di angka 38 persen, itu belum aman," tandasnya.

Sumber: TRIBUNNEWS.COM

Jawa Barat

Jawa Timur

Papua

Kalimantan Timur

Bengkulu

SULAWESI UTARA

Sumatera Utara

Sumatera Selatan